BLOG GALAHERANG sebuah media informasi tentang review, pendidikan, perjalanan, kesehatan dan budaya

Pendidikan Dalam Konteks Islam


PENDIDIKAN DALAM KONTEKS ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pendidikan adalah tugas pertama seorang Muslim, laki-laki atau perempuan. Islam telah, dari awal, menempatkan premi yang tinggi pada pendidikan dan telah menikmati tradisi intelektual yang panjang dan kaya. Hal ini dapat merujuk pada pendidikan agama di mana orang mempelajari ilmu agama, dimulai dengan Al-Quran dan hal-hal ibadah seperti pemurnian, doa, zakat, puasa dan haji. Pendidikan juga dapat belajar hal-hal lain seperti etika makan dan minum, pakaian Islam, hubungan keluarga, transaksi bisnis, hukum pidana, dan warisan.
Pendidikan dalam konteks Islam dianggap sebagai proses yang melibatkan orang lengkap, termasuk dimensi rasional, spiritual, dan sosial. Sebagaimana dicatat oleh Syed Muhammad al-Naquib al-Attas pada tahun 1979, pendekatan komprehensif dan terintegrasi untuk pendidikan dalam Islam diarahkan pada "pertumbuhan yang seimbang dari kepribadian keseluruhan ... melalui roh pelatihan, intelek, diri yang rasional, perasaan dan indra tubuh ... bahwa iman tersebut dimasukkan ke dalam seluruh kepribadiannya.
 Pendidikan Islam sangat membantu bagi orang-orang di semua bidang kehidupan. Bimbingan lengkap tersedia untuk semua bidang kehidupan dan pengikut Islam bisa mendapatkan bantuan untuk memecahkan masalah mereka. Islam memberikan banyak fasilitas untuk laki-laki maupun perempuan
 “The term ‘Islamic Education’ can have a broader meaning, embracing knowledge in general in a framework where the teacher, the student, the school, and the syllabus all comply with Islamic values and teachings

Dalam teori Islam pengetahuan pendidikan yang diperoleh dalam rangka mengaktualisasikan dan menyempurnakan semua dimensi manusia. Dari perspektif Islam model tertinggi dan paling berguna kesempurnaan adalah nabi Muhammad, dan tujuan pendidikan Islam adalah bahwa orang dapat hidup saat ia hidup.
Pendidikan Islam secara unik berbeda dari jenis lain dari teori pendidikan dan praktek terutama karena pengaruh mencakup segala Al-Quran. Al-Quran berfungsi sebagai cetak biru yang komprehensif untuk kedua individu dan masyarakat dan sebagai sumber utama pengetahuan. Munculnya Al-Quran di abad ketujuh cukup revolusioner bagi masyarakat Arab yang didominasi buta huruf. Masyarakat Arab telah menikmati tradisi lisan yang kaya, tetapi Al-Q-uran dianggap firman Allah dan harus organik berinteraksi dengan dengan cara membaca dan membaca kata-katanya. Oleh karena itu, membaca dan menulis untuk tujuan mengakses berkat penuh Al-Quran adalah aspirasi bagi kebanyakan umat Islam. Dengan demikian, pendidikan dalam Islam tegas berasal dari hubungan simbiosis dengan pelajaran agama.


Share on Google Plus

About Adi Kusuma

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment