BLOG GALAHERANG sebuah media informasi tentang review, pendidikan, perjalanan, kesehatan dan budaya

Konsep Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan


KONSEP MANAJEMEN MUTU TERPADU PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha sadar yang dilakukan dalam rangka mengembangkan diri dan mewujudkan potensi peserta didik, Kegiatan pembelajaran merupakan suatu proses interaksi nyata antara guru dengan siswa. Berbagai aspek yang diharapkan dapat diimplentasikan oleh peserta didik. Aspek-aspek tersebut meliputi kognitif, afektif, dan juga psikomotorik.
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia hingga dewasa ini adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Oleh karena itu, meraih pendidikan yang bermutu dan berkualitas tinggi harus menjadi tujuan utama dari setiap lembaga penyelenggara pendidikan. Banyak faktor yang menentukan meningkatnya mutu pendidikan, dan salah satunya melalui penerapan manajemen mutu terpadu di sekolah.
Dalam menimplementasikan manajemen mutu diperlukan kepala sekolah yang mampu memberdayakan seluruh komponen yang ada di sekolah, sehingga mereka memiliki kemauan dan kemampuan untuk bersama warga sekolah yang lain untuk mencapai visi yang telah dirumuskan bersama.
Strategi yang dikembangkan dalam penggunaan manajemen mutu terpadu dalam dunia pendidikan adalah institusi pendidikan memposisikan dirinya sebagai institusi jasa. Yakni institusi yang memberikan pelayanan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelanggan. Jasa atau pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan tentu saja merupakan sesuatu yang bermutu dan memberikan kepuasan kepada mereka.
Komponen yang terkait dengan mutu pendidikan adalah 1) siswa: kesiapan dan motivasi belajarna, 2) guru: kemampuan professional, moral kerjanya (kemampuan personal), dan kerjasamanya (kemampuan sosial), 3) kurikulum: relevansi konten dan operasionalisasi proses pembelajarannya, 4) sarana da prasarana: kecukupan dan keefektifan dalam mendukung proses pembelajaran, 5) masyarakat (orang tua, pengguna lulusan, dan perguruan tinggi: partisipasi dalam
Organisasi dituntut untuk memenuhi tuntutan tersebut, untuk itulah dibutuhkan kapasitas manajemen dengan karakteristik; 1) bergerak secara lebih efektif atas dasar visi dan misinya, 2) selalu berusaha memenuhi pelanggan, 3) kegiatannya bersifat proaktif, 4) mengejar daya saing, 5) anggotanya lebih tekun bekerja (industrious), 6) anggotanya harus lebih giat berusaha (entreprising), 7) pimpinannya mau mengerahkan seluruh karyawan dengan pemberdayaan (empowerment), pimpinannya mendorong karyawan untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan kecakapan supaya mutakhir dan relevan dengan tugas, 9) perencanaannya terpadu, pelaksanaan dan pengendalian terdesentralisasi.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah dari penulisan makalah ini yaitu apa yang dimaksud dengan:
1.      Konsep manajemen mutu terpadu.
2.      Jaminan mutu dalam manajemen mutu terpadu.
3.      Mutu terpadu dalam pendidkan
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu, untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan:
1.      Konsep mutu dalam manajemen mutu terpadu.
2.      Jaminan mutu dalam manajemen mutu terpadu.
3.      Mutu terpadu dalam manajemen mutu terpadu.
D. Manfaat penulisan
Mamfaat penulisan dari makalah ini yaitu :
4.      Sebagai bahan informasi untuk mahasiswa mengenai Konsep mutu, jaminan mutu, dan mutu terpadu dalam manajemen mutu terpadu.
5.      Sebagai bahan informasi untuk guru dan dosen mahasiswa mengenai Konsep mutu, jaminan mutu, dan mutu terpadu dalam manajemen mutu terpadu.
6.      Sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat dan pemerintah mengenai Konsep mutu, jaminan mutu, dan mutu terpadu dalam manajemen mutu terpadu.

BAB II
PENDAHULUAN

A.  Pengertian Manajemen Mutu Terpadu Penidikan
Konsep Managejen Mutu Terpadu Pendidikan selanjutnya disingkat menjadi MMTP, merupakan bangunan konsep yang terdiri atas empat unsur, yaitu managejen, mutu, terpadu, dan pendidikan. Oleh karena itu, untuk mengantarkan pemahaman terhadap MMTP, terlebih dahulu akan dipaparkan pengertian empat unsure tersebut secara berurutan, dan pengertian menejemen mutu terpadu pendidikan.
1.     Manajemen
Manajemen berasal dari Bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree (melakukan). Kata-kata itu digabung menjadi manager yang artinya menangani. Manager diterjemahkan ke Bahasa Inggris to manage (kata kerja), management (kata benda), dan manager untuk orang yang melakukannya. Management diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi manajemen (pengelolaan).
Ada beberapa definisi manajemen menurut para tokoh. Menurut Parker, manajemen adalah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang (the art of getting things done through people). Menurut Sapre, menyatakan bahwa manajemen adalah serangkaian kegiatan yang diarahkan langsung untuk penggunaan sumber daya organisasi secara efektif dan efesien dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut Hughes, et, manajemen adalah berkenaan dengan efisiensi, perencanaan, kertas kerja, prosedur, pelaksanaan regulasi, pengawasan, dan konsistensi (Husaini Husman, 2014: 5-6).
Dari sejumlah pengertian di atas, dapat dimengerti bahwa manajemen merupakan sebuah yang khas, yang terdiri dari atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber lainnya.
2.    Mutu
Dalam Kamus Indonesia-Inggris kata mutu dalam Bahasa Inggris disebut quality artinya taraf atau tingkatan kebaikan, nilai sesuatu. Jadi mutu berarti kualitas atau nilai kebaikan suatu hal. Namun dalam membahas definisi mutu terkait dengan MMT, perlu diawali dengan mengetahui mutu produk yang disampaikan oleh beberapa pakar. Menurut Deming, mutu ialah kesesuaian dengan kebutuhan pasar. Menurut Juran ialah kecocokan dengan produk. Sedangkan menurut Crosby ialah kesesuaian dengan yang disyaratkan (Husaini Husman, 2014: 540).
Mutu yang absolut ialah mutu yang idealisnya tinggi dan harus dipenuhi, berstandar tinggi, dengan sifat produk bergengsi tinggi, biasanya mahal, sangat mewah, perhiasan mewah, dan jarang dimiliki orang. Menurut Sallis, mutu yang relative bukanlah sebuah akhir, namun sebagai sebuah alat di mana produk atau jasa dinilai, yaitu apakah telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Mutu sebagai konsep relatif memiliki dua aspek, yaitu prosedural dan transformasional.
Mutu merupakan produk yang sempurna, bernilai dan meningkatkan kewibawaan. Mutu dalam konteks pendidikan sangat penting, karena berkaitan dengan lembaga yang terdiri dari komponen peserta didik, pendidik, tenaga kependidkandan proses penyelengaraan pendidikan. Pengertian ini berimplikasi pada adanya masukan (input) dan keluaran (output). Masukan dapat berupa peserta didik, sarana prasarana serta fasilitas belajar lainnya termasuk lingkungan. Sedangkan keluarannya lulusan atau alumni, yang kemudian menjadi ukuran mutu, mengingat produk pendidkan merupakan jasa pelayanan, maka mutu jasa pelayanan pendidikan sangat tergantung sikap pemberi layanan di lapangan serta harapan pemakai jasa pendidikan.
Dari beberapa pendapat di atas, mutu dapat dipahami sebagai sebuah kondisi produk (baik berupa barang atau jasa) yang sesuai standar yang telah ditetapkan, sesuai kebutuhan dan kepuasan pelanggan, atau bahkan lebih dari standar, dan kebutuhan serta kepuasan pelanggan.
3.    Terpadu  
Kata terpadu merupakan terjemahan dari kata total (Bahasa Inggris). Total dalam konsep Total Quality Management diartikan sebagai pengintegrasikan seluruh staf, penyalur, pelanggan dan stakeholders lainnya. Hal ini berarti semua orang yang ada di dalam organisasi dilibatkan dalam menyelesaikan produk atau melayani pelanggan. Dengan kata lain, konsep total dalam TQM, atau konsep terpadu.
4.    Pendidikan
Pendidikan berasal dari kata dasar didik yang berarti memelihara dan memberi ajaran atau pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dengan penambahan awalan “pe” dan akhiran “an” berarti menunjuk pada perbuatan (hal, cara) tentang mendidik. Dalam konteks fisik, pendidikan berarti pemeliharaan badan atau fisik melaui latihan-latihan (Hermawan, 2009: 82).
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Seperti dikatakan oleh Prof. Rupert. C. Lodge (dalam Hermawan, 2009: 78). yaitu “in this sense, life is education, andeducation is life”. Artinya, seluruh kehidupan memiliki nilai pendidikan karena kehidupan memberikan pengaruh kepada pendidikan bagi seseorang atau masyarakat. Sebenarnya, jika membicarakan pendidikan dalam arti sempit memiliki konotasi sekolah atau pendidikan formal. Dalam pengertian yang luas pendidikan adalah kehidupan.
Dalam pengertian yang luas ini pendidikan adalah proses yang dialami manusia semenjak ia lahir sampai meninggal dunia. Pendidikan merupakan proses yang tidak pernah selesai (never ending proces). Proses pendidikan yang pertama tentunya adalah keluarga. Dalam keluarga ini seseorang memiliki pengalaman pertama dalam kehidupannya. Setelah itu manusia memasuki fase schooling, sebuah fase kehidupan yang dialami seseorang di sekolah atau lembaga formal dan seterusnya. Pada intinya setiap proses yang dialami seseorang dan mempengaruhinya maka itu dapat disebut sebagai proses pendidikan, kapan saja dan dimana saja.
B.       Pengertian Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan
Definisi mengenai MMTP mencakup dua komponen yakni apa dan bagaimana menjalankan MMTP. Dalam MMTP, pelanggan adalah yang berkuasa atau sebagai raja yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya.
MMTP menurut beberapa tokoh. Menurut West Burham, MMTP adalah semua fungsi dari organisasi sekolah ke dalam falsafah holistis yang dibangun berdasarkan konsep mutu, kerta tim, produktivitas, dan prestasi, serta kepuasan pelanggan. MMTP menurut Sallis, ialah menciptakan budaya mutu dimana tujuan setiap anggota ingin menyenangkan pelanggannya, dan di mana struktur organisasinya mengizinkan untuk mereka berbuat seperti itu.
MMTP ialah suatu sistem manajemen yang menyangkut mutu sebagai strategi usaha dan berorientasi  pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi.
Ada tiga kesalahan dalam memahami konsep MMTP:
1.    MMTP bukanlah suatu beban atau gangguan dan tidak dibuat untuk anda,
2.    MMTP bukanlah pekerjaan untuk seseorang atau agenda lainnya kecuali agendanya sama dengan keinginan pelanggan,
3.    MMTP bukanlah sesuatu yang hanya dikerjakan oleh para manajer senior kemudian memberikan petunjuknya kepada bawahannya. Akan tetapi, MMTP adalah totalitas yang memerintahkan setiap orang dalam organisasi dilibatkan dalam upaya melakukan peningkatan atau perbaikan. MMTP diartikan sebagai setiap orang dalam lembaga apa pun yang status, posisi, dan perannya adalah manajer dari tanggung jawab yang dimilikinya.
MMTP menyangkut filosofi dan metodologi. Filosofinya ialah pola pikir untuk mengadakan perbaikan terus-menerus, dan metodologinya ialah menjelaskan alat-alat dan teknik-teknik seperti curah pendapat dan analisis medan kekuatan yang digunakan sebagai sarana untuk melakukan perbaikan terus-menerus. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa MMTP ialah budaya peningkatan mutu pendidikan secara terus-menerus, fokus pada pelanggan sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.    
Untuk menghasilkan mutu, menurut Slamet (dalam Bresman, 2009: 79) terdapat empat usaha mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga pendidikan, yaitu:
1.    Menciptakan situasi “menang-menang” (win-win solution) dan bukan situasi “kalah-menang” diantara pihak yang berkepentingan dengan lembaga pendidikan (stakeholders). Dalam hal ini terutama antara pimpinan lembaga dengan staf lembaga harus terjadi kondisi yang saling menguntungkan satu sama lain dalam meraih mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
2.    Perlu ditumbuhkembangkan motivasi instrinsik pada setiap orang yang terlibat dalam proses meraih mutu. Setiap orang dalam lembaga pendidikan harus tumbuh motivasi bahwa hasil kegiatannya mencapai mutu tertentu yang meningkat terus menerus, terutama sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna/langganan.
3.    Setiap pimpinan harus berorientasi pada proses dan hasil jangka panjang. Penerapan manajemen terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu proses perubahan jangka pendek. Penerapan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu proses perubahan jangka pendek, tetapi usaha jangka panjang yang konsisten dan terus menerus.
4.    Dalam menggerakkan segala kemampuan lembaga pendidikan untuk mencapai mutu yang ditetapkan, haruslah dikembangkan adanya kerjasama antar unsur-unsur pelaku proses mencapai hasil mutu. Janganlah diantara mereka terjadi persaingan yang mengganggu proses mencapai hasil mutu tersebut. Mereka adalah satu kesatuan yang harus bekerjasama dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk menghasilkan mutu sesuai yang diharapkan.   
      Dalam kerangka manajemen pengembangan mutu terpadu, usaha pendidikan tidak lain adalah merupakan usaha “jasa” yang memebrikan pelayanan kepada pelanggannya yang utamanya yaitu kepada mereka yang belajar dalam lembaga pendidikan tersebut. Para pelanggan layanan pendidikan dapat terdiri dari berbagai unsur paling tidak empat kelompok.           
C.  Konsep Manajemen Pendidikan
1.    Konsep Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu dimensi pembagunan. Proses pendidikan terkait dengan proses pembangunan. Sedangkan pembangunan diarahkan dan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan pembagunan di bidang ekonomi, yang saling menunjang satu dengan yang lainnya dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional.
Proses pendidikan berkenaan dengan semua upaya untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia, sedangkan manusia  yang bermutu itu pada hakikatnya telah dijabarkan dan dirumuskan secara jelas dalam eumusan tujuan pendidikan dan tujuan pendidikan itu sendiri searah dengan tujuan pembangunan secara keseluruhan.
2.    Konsep Manajemen Pendidikan
         Manajemen pendidikan sebagai suatu proses atau sistem pengelolaan. Kegiatan-kegiatan pengelolaan pada suatu system pendidikan bertujuan untuk keterlaksanaan proses belajar mengajar yang baik, yang mencakup:
a.    Program kurikulum yang meliputi administrasi kurikulum, metode penyampaian, sistem evaluasi, sistem bimbingan.
b.    Program ketenagaan.
c.    Program pengadaan dan pemeliharaan fasilitas dan alat-alat pendidikan.
d.   Program pembiayaan.
e.    Program hubungan dengan masyarakat.
          Manajemen pendidikan sebagai suatu proses atau sistem organisasi dan peningkatan kemanusian (human enginering) dalam kaitannya dengan suatu sistem pendidikan. Suatu proses belajar mengajar yang relevan, efektif dan efisien dapat terjadi bila di lengkapi dengan sarana yang terbentuk satu wadah organisasi dan ditunjang oleh:
a.       Kelompok pimpinan dan pelaksanaan.
b.      Fasilitas dan alat pendidikan.
c.       Program pendidikan dengan sistem pengelolaan yang mantap.
           Pendekatan sistem dalam manajemen pendidikan sebagai akibat dari dianutnya pendekatan sistem dalam pendidikan. Sistem pendidikan adalah suatu kesatuan dari berbagai unsur yang satu
3.      Tujuan Manajemen Pendidikan
          Sesuai dengan uraian-uraian diatas yang berhubungan pengertian dan hakikat manajemen pendidikan, maka tujuan manajemen pendidikan, adalah sebagai berikut:
a.    Secara umum, menajemen pendidikan bertujuan untuk menyusun suatu sistem pengolahaan yang meliputi:
1.    Administasi dan organisasi kurikulum
2.    Pengelolaan dan ketenagaan
3.    Pengelolaan sarana dan prasarana
4.    Pengelolaan pembiayaan
5.    Pengelolaan media pendidikan
6.    Pengelolaan hubungan dengan masyarakat, yang manajemen keterlaksanaan proses pembelajaran yang relevan, efektif dan efisien yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
b.    Secara khusus manejemen, pendidikan bertujuan terciptanya system pengelolaan yang relevan, efektif dan efisien yang dapat dilaksanakan dan mencapai sasaran dengan suatu pola struktur organisasi pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pimpinan /pengelola program, tenaga pelatih fasilitator, tenaga perpustakaan, tenaga teknis lainnya, tenaga tata usaha, dan tenaga Pembina/pembimbing.
c.    Lancarnya pengelolaan program pendidikan.
d.   Keterlaksanaan proses pembelajaran berdasarkan pendekatan cara belajar siswa aktif.
4.      Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan
 Manajemen pendidikan mempunyai fungsi yang terpadu dengan proses pendidikan khususnya dengan pengelolaan proses pembelajaran. Dalam hubungan ini, terdapat beberapa fungsi manajemen pendidikan, sebagai berikut:
a.    Fungsi perencanaan, mencakup berbagai kegiatan menentukan isi program pendidikan, dan lain-lain. Dalam rangka pengelolaan perlu dilakukan kegiatan penyusunan rencana, yang menjangkau ke depan untuk memperbaiki keadaan dan memenuhi kebutuhan di kemudian hari, menentukan tujuan yang hendak ditempuh, menyusun program yang meliputi pendekatan, jenis dan urutan kegiatan, menetapkan rencana biaya yang diperlukan, serta menentukan jadwal dan proses kerja.
b.    Fungsi organisasi, meliputi pengelolaan ketenagaan, sarana dan prasarana, distribusi tugas dan tanggung jawab, dalam pengelolaan secara integral. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan-kegiatan, seperti mengidentifikasi jenis dan tugas tanggung jawab dan wewenang, merumuskan aturan hubungan kerja.
c.    Fungsi koordinasi, yang berupaya menstabilitasi antara berbagai tugas, tanggung jawab dan kewenangan untuk menjamin pelaksanaan dan berhasil program pendidikan.
d.   Fungsi motivasi (penggerakan), yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan keberhasilan program pelatihan. Hal ini diperlukan sehubungan dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab serta kewenangan, sehingga terjadi peningkatan kegiatan personal, yang pada gilirannya diharapkan meningkatkan keberhasilan program ini.
e.    Fungsi kontrol, yang berupaya melakukan pengawasan, penilaian, monitoring, perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan dalam sistem manajemen pendidikan tersebut.


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan (MMTP) adalah filosofi dan sistem untuk pengembangan secara terus menerus (continuous improvement) terhadap jasa atau produk untuk memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Sistem pengembangan secara terus menerus dan kepuasan pelanggan merupakan kalimat yang selalu ada dalam setiap definisi yang dikemukakan pakar terhadap MMTP. Sistem pengembangan secara terus menerus menggambarkan bahwa MMTP memiliki titik tekan pada proses dan bekerja dengan mendasarkan pada sistem.
Karena itu, pendekatan MMTP tidak hanya bersifat parsial, tetapi komperhensip dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan dengan produk yang dihasilkan. Masalah kualitass juga tidak lagi dimaknai dan dipandang sebagai masalah teknis, tetapi lebih berorientasi pada terwujudnya kepuasan konsumen atau pelanggan. MMTP juga melibatkan faktor fisik dan faktor non fisik, semisal budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan pengikut. Keterpaduan faktor-faktor ini akan mengakibatkan kualitass pelayanan menjadi lebiih meningkat dan bermakna.
B.       Saran
Penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,  dibutuhkan saran yang sifatnya membangun, guna kesempurnaan dalam penulisannya.

DAFTAR PUSTAKA
Agus Suwignyo, 2008. Pendidikan Tinggi & Goncangan Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ahmad Tafsir, 2011. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Azyumardi Azra, 2012. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
E. Mulyasa. 2009. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Haitami Salim, Erwin Mahrus, 2012. Filsafat Pendidikan Islam. Pontianak: STAIN Pontianak Press.
Haris Hermawan, 2009. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia
Samsul Nizar dan Muhammad Syaifudin, 2010. Isu-Isu Kontemporer Tentang Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia
Sutrisno & Muhyidin Albarobis, 2012. Pendidikan Islam Berbasis Problem Sosial. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Husaini Usman, 2014. Manajemen Teori Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara
Oemar Hamalik, 2010. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mondir. 2012. Konsep Manajemen Mutu Terpadu. JP3. Vol. 2. No. 1. 43-53.



Share on Google Plus

About Adi Kusuma

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment