Konsep Belajar Humanisme


Konsep Belajar Humanisme

Psikologi pendidikan selalu memiliki dua prinsip dalam proses pembelajaran di sekolah. Pertama, memfokuskan pada peran pendidikan dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa. Gerakan yang berdasarkan prinsip ini disebut dengan pengajaran langsung (direct instruction). Kedua, lebih memfokuskan pada hasil afektif, belajar bagaimana belajar dan meningkatkan kreativitas dan potensi manusia. Inilah yang disebut dengan gerakan pendidikan humanis.
Pendekatan humanistik muncul sebagai bentuk ketidaksetujuan pada dua pandangan sebelumnya, yaitu pandangan psikoanalisis dan behavioristik dalam menjelaskan tingkah laku manusia. Ketidaksetujuan ini berdasarkan pada anggapan bahwa pandangan psikoanalisis terlalu menunjukkan pesimisme suram serta serta keputusaan, sedangkan pada pandangan behavioristik dianggap terlalu kaku (mekanistik), pasif, statis, dan penurut dalam menggambarkan manusia hanyalah sosok yang hidup dan bertindak seperti robot.
Aliran humanistik memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembagan kualitas kognitif saja, melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada. Domain-domain tersebut meliputi domain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan kata lain, pendekatan humanistik dalam pembelajaran menekankan pentingnya emosi atau perasaan, komunikasi yang terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa.

Intelegensi Ganda (multiple intelligence)

Teori intelegensi ganda ditemukan dan dikembangkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog perkembangan dan professor pendidikan dari Graduate School of Education, Harvard University, America Serikat. Gerdner mendefinisikan intelegensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata.

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Manajemen Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan

Tandak Sambas Lirik Lagu Sambas