BLOG GALAHERANG sebuah media informasi tentang review, pendidikan, perjalanan, kesehatan dan budaya

Catatan dari Putri Sulung

pixbay.com
Mama adalah perempuan yang sangat hebat di dunia ini, perempuan yang kuat, tegar, pantang menyerah, bijak bahkan tidak pernah menangis dihadapan kami berdua.
Mama membesarkan kami berdua seorang diri saja, penuh cinta dan kasih sayang. Bertahun-tahun kami di rumah hanya bertiga saja.
Mama di rumah menjadi seorang pemimpin, menjadi seorang ibu rumah tangga, semua pekerjaan ia kerjakan dan diselesaikan dengan sendirinya. Mulai dari hal yang ringan sampai yang berat. Kami berdua selaku putrinya hanya bisa membantu pekerjaan Mama yang ringan saja.
Ada satu kejadian yang membuat Mama sedih, sampai saat masih terngiang dihati Si Kakak.
"Mama, kenapa bertahun-tahun kita hanya tinggal bertiga saja di rumah ini....?" tanya anak bungsunya yang masih polos.
"Kenapa Si Adik bertanya begitu...?, apakah Adik kurang senang dengan keadaan kita bertiga dirumah ini...?" tanya Mamanya.
"Adik senang kok, Mah. Tapi Adik kasihan melihat Mama. Semua pekerjaan Mama yang mengerjakannya" jawab Si Adik.
"Kalau Si Adik senang Mama juga ikut senang, soal pekerjaan tak apa-apa biar Mama yang mengerjakan, yang penting Si Adik rajin sekolahnya, rajin belajarnya," jelas Mamanya.
"Gimana kalau Mama mencari pengganti Ayah, biar dirumah ini tak sepi lagi dan kita tinggal berempat disini," Si Adik menyarankan kepada Mamanya.
Mamanya terdiam sejenak, tak bisa berkata-kata sedikitpun, lidahnya kelu untuk menjawab pertanyaan dari anak bungsunya itu.
"Si Adik, kok gitu sama Mama. Jangan membuat Mama kita sedih dong...," sahut Si Kakak.
"Adek kan niatnya baik, Kak. Agar Mama bisa melupakan Ayah. Sekarang Ayah kan udah senang hidup bersama Mama yang baru. Tak masalah kalau Mama juga bisa hidup senang dengan Ayah baru kita nanti," jawab Si Adik.
Tidak lama kemudian Mamanya berkata, namun ia tetap berusaha tegar saat berada dihadapan buah hatinya, ia berusaha tidak meneteskan air matanya untuk mengenang masa lalunya. Karena yang terpenting bagi Mamanya, kedua putrinya itu bisa tumbuh besar menjadi anak yang sholehah, penyemangat hidupnya dalam melakukan rutinitas sehari-hari menjadi tenaga pengajar.
"Nak, Mama bangga memiliki putri seperti kalian berdua, cantik, pintar dan baik. Apapun keadaan yang terjadi pada kita saat ini dan nanti. Pesan Mama untuk kalian berdua, yaitu tetap sayang, cinta, dan menghormati kedua orangtua kalian. Walaupun Ayah sekarang ini tidak bersama kita lagi, kalian tetap menghormati dia," Mamanya menanamkan nilai-nilai akhlak pada kedua putrinya agar terus menghormati kedua orangtuanya.
Akhirnya Si Adik mengerti dan meminta maaf kepada Mamanya untuk tidak mengulanginya. Karena sudah membuat Mama sedih. Mereka bertiga pun berpelukan.
Share on Google Plus

About Adi Kusuma

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment