BLOG GALAHERANG sebuah media informasi tentang review, pendidikan, perjalanan, kesehatan dan budaya

Aktualisasi Kurikulum di Sekolah/Madrasah


AKTUALISASI KURIKULUM DI SEKOLAH/MADRASAH



DAFTAR ISI     
BAB I     PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang………………………………………………..      1
B.     Tujuan………….....…………………………………………...      2
BAB II    PEMBAHASAN
A.    Aktualisasi Kurikulum di Sekolah/Madrasah………………     3
B.     Hambatan-hambatan Kurikulum di Sekolah/Madrasah …..     5    
BAB III   PENUTUP
A.    Kesimpulan……………………………………………………..     7
Dartar Pustaka………………………………………………………………..     8

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
    Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penyiapan anak-anak untuk menghadapi kehidupannya di masa mendatang. Bahkan gajala proses pendidikan ini sudah ada sejak manusia ada, meskipun proses pelaksanaanya masih sangat sederhana. Namun hal ini merupakan fenomena bahwa proses pendidikan sejak dahulu kala sudah ada. Karena begitu sederhananya proses pendidikan pada jaman dahulu kala itu maka dirasa orang tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan itu adalah proses pendidikan.
    Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dan strategis dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan untuk tercapainya tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu pengembangan manusia yang sesuai dengan falsafah hidup bangsa. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional harus mampu mengantakan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, berkembangnya potensi peserta didik, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
     Peraturan perundang-undangan Indonesia terkait dengan pendidikan nasional, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 3 telah dijelaskan fungsi dan tujuan pendidikan yang berbunyi:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Dalam menghadapi kekuatan global yang akan membentuk dunia masa depan. Teknologi informasi menjadi kekuata utama era globalisasi. Maka dari itu, kurikulum pendidikan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat pada saat ini. Atas dasar itulah, dengan menerapkan kurikulum di sekolah/madrasah agar dapat bersaing dan mampu menciptakan segala aspek lingkungan hidup dan dapat memberikan pandangan hidup dimasa depan.
B.  Tujuan
    Makalah ini pada umumnya bertujuan untuk mengetahui penjelasan dari “Aktualisasi Kurikulum di Sekolah/Madrasah”. Bila dijabarkan tujuan ini adalah untuk mengetahui :
1.      Mengetahui Aktualisasi Kurikulum di Sekolah/Madrasah?
2.      Mengetahui hambatan-hambatan aktualisasi Kurikulum di Sekolah/Madrasah?

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Aktualisasi Kurikulum di Sekolah/Madrasah
    Secara sosiologis, pendidikan merupakan salah satu institusi pokok dalam masyarakat. Pertama, keluarga yang menjaga dan membimbing generasi muda/anak didik agar menjadi mandiri. Kedua, ekonomi yang berfungsi menghasilkan dan mendistribusikan barang-barang. Ketiga, pemerintah yang berfungsi memberi dan melindungi masyarakat. Keempat, agama yang bertugas menjawab permasalahan spiritual. Kelima, pendidikan yang berfungsi mendidik masyarakat (Abdullah Idi, 2013: 363).
    Proses pembelajaran di sekolah/madrasah adalah suatu upaya aktualisasi dua tipe kurikulum: ideal curriculum dan actual curriculum. Kurikulum yang pertama, ideal curriculum, merupakan kurikulum yang dicita-citakan, dalam bentuk rencana, ideal, teks yang belum dilaksanakan.
    Semakin besar adanya kesenjangan antara kedua jenis kurikulum tersebut, semakin tinggi tingkat kualitas pembelajaran. Sebaiknya, semakin rendah adanya kesenjangan antara keduanya, semakin besar keberhasilan dari proses pembelajaran.
   Tingkat keberhasilan suatu pembelajaran juga ditentukan beragam komponen, seperti fasilitas, tenaga pengajar, efektivitas metode digunakan, iklim belajar, kompetensi guru, dan keadaan anak didik. Apabila terjadi kelemahan pada suatu komponen, berpengaruh terhadap kinerja komponen lain dalam sistem pembelajaran sebagai upaya menuju pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan/direncanakan.
    Persoalan kurikulum ideal adalah persoalan subtansi dari kurikulum yang perlu ditransfortasi dalam kurikulum aktual dalam proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran sedapat mungkin dapat membantu anak didik dalam beradaptasi, mengatasi beragam persoalan masyarakat di mana mereka berada, dan pemberian bekal kehidupan masa depan.
    Kenyataan sosial yang tampak seakan-akan menuntut peran dan fungsi sekolah/madrasah dalam mempesiapkan SDM masa depan. Sejak krisis multidimensi berkepanjangan sejak 1998 hingga kini, akibatnya seakan-akan masih dirasakan, banyak anak usia sekolah mengalami drop-out, terlibat pergaulan bebas, tawuran, sabu-sabu, dan norkoba.
    Aplikasi kurikulum di sekolah/madrasah hendaknya memberikan kesempatan kepada anak didik agar dapat mengembangkan prestasi dan makna tersebut. Munculnya kritik terhadap proses pendidikan nasional dari berbagai kalangan pada dasarnya merupakan bentuk keinginan masyarakat dan pakar akademisi agar out-put pendidikan nasional berkualitas dan memiliki makna bagi kehidupan anak nantinya.
    Ketika kehidupan anak didik dihadapkan sejumlah dilema dan anomali, sekolah/madrasah harus meningkatkan perannya berkaitan moral dan akhlak anak didik di samping peran transfer of knowledge. Maraknya kasus perkelahian antarpelajar, terlibat narkoba, pergaulan bebas, dan tindak kriminal pada anak-anak usia sekolah, seharusnya menuntut optimalisasi peran orangtua/keluarga, sekolah/madrasah, dan masyarakat/negara secara sinergis dan integral. Rusaknya kepribadian anak didik sesungguhnya ancaman kerusakan bagi masa depan bangsa.
B.  Hambatan-Hambatan Kurikulum di Sekolah/Madrasah
    Dalam menganalisis hambatan-hambatan dalam membentuk sikap dan perilaku kepribadian anak didik, ada beberapa hal yang berkaitan sebagai berikut.
1.      Pendidikan informal bertalian dengan peran institusi keluarga dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik pertama dan utama. Kebiasaan sikap dan perilaku toleransi anak didik misalnya berawal dari apa yang mereka alami di tengah keluarga.
2.      Pendidikan formal di sekolah/madrasah. Seorang guru diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai edukatif telah tertanam dalam keluarga dan mengembangkan basis ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan silabus kurikulum yang berlaku pada jenjang satuan pendidikan.
3.      Pendidikan non-formal di masyarakat. Kontak sosial ketiga ini merupakan tempat pergaulan sesama manusia dan merupakan lapangan pendidikan yang luas, yaitu adanya hubungan antara dua orang atau lebih tak terbatas. Hubungan sekolah/madrasah sebagai institusi sosial perlu memperhatikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat.
Membentuk perilaku dan sikap toleran anak didik tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi memerlukan suatu proses waktu yang panjang. Hambatan-hambatan anak didik dalam berprilaku toleran, arif, dan rukun sesungguhnya perlu dilihat pada tiga bentuk kontak sosial pada lembaga pendidikan formal, informal, dan nonformal, yang saling berkaitan dan saling membutuhkan menuju suatu kepribadian anak didik yang diharapkan adanya kondisi kontak social yang positif dan saling mendukung dalam institusi pendidikan keluarga, sekolah/madrasah, dan masyarakat.
Apapun kenyataan tentang kepribadian anak didik sebetulnya sebagai produk sekolah/madrasah atau pendidikan terkini. Ke depan, menempatan pentingnya sektor pendidikan diposisikan sebagai prioritas investasi pembangunan nasional tidak dapat dihindari, bila bangsa ini mengharapkan sebagai suatu bangsa yang kuat.

BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
  Dari semua uraian materi yang dituangkan dalam makalah ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa “Aktualisasi Kurikulum di Sekolah/Madrasah) adalah hambatan-hambatan dalam membentuk sikap dan perilaku kepribadian anak didik, ada beberapa hal yang berkaitan sebagai berikut:
1.    Pendidikan informal bertalian dengan peran institusi keluarga dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik pertama dan utama. Kebiasaan sikap dan perilaku toleransi anak didik misalnya berawal dari apa yang mereka alami di tengah keluarga.
2.    Pendidikan formal di sekolah/madrasah. Seorang guru diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai edukatif telah tertanam dalam keluarga dan mengembangkan basis ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan silabus kurikulum yang berlaku pada jenjang satuan pendidikan.
3.    Pendidikan non-formal di masyarakat. Kontak sosial ketiga ini merupakan tempat pergaulan sesama manusia dan merupakan lapangan pendidikan yang luas, yaitu adanya hubungan antara dua orang atau lebih tak terbatas. Hubungan sekolah/madrasah sebagai institusi sosial perlu memperhatikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Idi, 2013. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Sholeh Hidayat, 2013. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Pasal 3. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


Share on Google Plus

About Adi Kusuma

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment